Terkini: Beda BPOM serta SGS Mengenai Pengawet Roti Aoka kemudian Okko, Tiket Pesawat akan Turun sebelum Jokowi Diganti Prabowo
Jakarta – Berita terkini yang tersebut banyak mendapat perhatian pembaca adalah mengenai dugaan pemanfaatan pengawet kosmetik dalam roti Aoka lalu Okko. Badan Pengawas Penyelesaian dan juga Makanan (BPOM) membantah kabar mengenai roti Okko serta roti Aoka yang diduga mengandung zat pengawet kosmetik berbahaya, bernama natrium dehydroacetate. Sodium dehydroacetate atau natrium dehydroacetate adalah salah satu zat aditif yang mana digunakan sebagai material pengawet. Sementara hasil uji laboratorium SGS justru sebaliknya.
Berita lain yang dimaksud juga banyak dibaca adalah mengenai Kapal LCT Cita XX pengangkut perlengkapan penyediaan sinyal 4G milik Badan Aksesibilitas Komunikasi Jarak Jauh juga Berita (BAKTI ), yang mana hilang kontak di perjalanan dari Timika ke Yahukimo, Papua Pegunungan. Hingga hari ini kapal yang disebutkan masih belum ditemukan.
Lalu berita mengenai Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang tersebut mengantisipasi permintaan pasokan dan juga harga jual sembako yang tersebut mungkin mengalami lonjakan pada waktu kampanye pemilihan kepala area atau Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 2024.
Kemudian berita tentang Menteri Perjalanan lalu Sektor Bisnis Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang tersebut menjanjikan biaya tiket pesawat akan turun 10 persen sebelum Presiden Joko Widodo atau Jokowi digantikan oleh Prabowo Subianto.
Selanjutnya adalah berita mengenai rencana pemerintah untuk menjalankan inisiatif wajib asuransi kendaraan bermotor. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menyatakan ada usulan pembayaran premi asuransi itu akan digabung dengan pembayaran pajak kendaraan.
Berikut rangkuman berita terkini Tempo.co:
- Kasus Pengawet Kosmetik Roti Aoka kemudian Okko, Hasil Uji BPOM dan juga SGS Berbeda
Badan Pengawas Solusi dan juga Makanan (BPOM) membantah kabar mengenai roti Okko dan juga roti Aoka yang diduga mengandung zat pengawet kosmetik berbahaya, bernama sodium dehydroacetate. Sodium dehydroacetate atau natrium dehydroacetate adalah salah satu zat aditif yang dimaksud digunakan sebagai materi pengawet.
Pelaksana Tindakan Deputi Area Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Emma Setyawati meyakinkan hasil uji laboratorium pihaknya tiada mendeteksi adanya materi pengawet berbahaya pada roti Okko juga Aoka. Bahkan, beliau mengaku BPOM sudah ada melakukan pengujian berbasis risiko yang berarti sudah ada beberapa kali dilakukan.
“Tidak terungkap (kandungan garam klorida dehydroacetate). Sudah kami uji beberapa kali, konfirmasi, lakukan lagi. Hasilnya tidak ada terdeteksi. Kami lakukan pengujian berbasis risiko. Kalau saya ungkapkan berbasis risiko, berarti telah beberapa kali,” kata Emma terhadap Tempo, Rabu, 17 Juli 2024.
Sementara itu Paguyuban Roti serta Mie Ayam Borneo atau Parimbo menyampaikan hasil uji laboratorium yang dimaksud berbeda dari BPOM. Berdasarkan laporan Majalah Tempo, Ketua Parimbo Aftahuddin menjelaskan, pada awalnya ia menerima laporan dari anggota Parimbo mengenai peredaran roti yang digunakan tahan lama dan juga tiada berjamur sebanding sekali, meskipun telah dilakukan beberapa bulan melintasi tanggal kadaluarsanya.
Paguyuban kemudian mengupayakan uji laboratorium melawan roti-roti itu. dia mengirimkan sampel roti ke laboratorium milik SGS Tanah Air – bagian dari SGS Group, perusahaan multinasional yang dimaksud menyediakan jasa laboratorium verifikasi, pengujian, inspeksi, serta sertifikasi.
Hasil pengujian SGS mendapati sampel roti Aoka mengandung sodium klorida dehydroacetate (dalam bentuk asam dehidroasetat) berjumlah 235 miligram per kilogram kemudian juga roti Okko mengandung zat sama banyaknya 345 milligram per kilogram.
Berita lengkap sanggup dibaca di sini.
Selanjutnya: Kronologis Hilangnya Kapal LCT Cita XX P ke Papua…
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- Selanjutnya
Artikel ini disadur dari Terkini: Beda BPOM dan SGS Mengenai Pengawet Roti Aoka dan Okko, Tiket Pesawat akan Turun sebelum Jokowi Diganti Prabowo






