Imam Al Azhar: Pembantaian pada Kawasan Gaza “kebencian yang menghancurkan”

Kairo/Istanbul – Imam Besar Al Azhar Mesir Sheikh Ahmed el-Tayeb menyatakan bahwa pembantaian oleh negeri Israel di Daerah Gaza menunjukkan “kebencian yang digunakan menghancurkan” dan juga hilangnya rasa kemanusiaan.
Dia melontarkan hal itu pada reuni dengan Paus Tawadros II, pemimpin Gereja Ortodoks Koptik Mesir pada Selasa (25/3).
Sheikh Ahmed menggambarkan situasi pada Kawasan Gaza pada waktu ini “sulit serta kompleks”, menurut pernyataan yang dimaksud dirilis oleh kantornya.
“Kejahatan brutal tanah Israel menunjukkan bahwa ini bukanlah sekadar peperangan atau pembunuhan terhadap pemukim tak berdosa, melainkan manifestasi dari kebencian yang digunakan menghancurkan… yang digunakan membuktikan bahwa para pelakunya tidak ada mempunyai belas kasihan kemudian rasa kemanusiaan sedikit pun,” kata dia.
Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Wilayah Gaza pada 18 Maret, yang menewaskan hampir 800 khalayak dan juga melukai lebih lanjut dari 1.600 lainnya.
Serangan itu menghancurkan perjanjian gencatan senjata lalu pertukaran tawanan yang dimaksud berlaku sejak Januari pada wilayah kantong Palestina itu.
Sejak Oktober 2023, lebih besar dari 50.100 warga Palestina, yang digunakan sebagian besar adalah wanita serta anak-anak, sudah pernah kehilangan nyawa kemudian lebih banyak dari 113.700 khalayak lainnya terluka akibat agresi militer tanah Israel pada Gaza.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin negara Israel Benjamin Netanyahu dan juga mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, melawan kejahatan pertempuran lalu kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi tuntutan genosida di dalam Mahkamah Internasional (ICJ) menghadapi peperangan di Gaza.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari Imam Al Azhar: Pembantaian di Gaza “kebencian yang menghancurkan”






