Piutang Jatuh Temponya Tembus Rp3 Triliun, Begini Penerangan Indosat ke Bursa
Jakarta – PT Indosat Tbk. (ISAT) menerbitkan pendapat perihal piutang jatuh temponya yang dimaksud mencapai Rp3 triliun atau 57,8 persen dari total piutang bidang usaha perseroan. Besaran piutang yang disebutkan sebelumnya ditulis dalam di Laporan Keuangan Perseroan per 31 Maret 2024 lalu 31 Desember 2023.
Chief Legal & Regulatory Officer and Corporate Secretary ISAT, Reski Damayanti menjelaskan tingginya piutang bisnis yang dimaksud telah jatuh tempo teristimewa dari pelanggan korporat yang digunakan butuh waktu lebih tinggi panjang untuk penyiapan tagihan sampai pembayaran tagihan. Sebab selain invoice, dia juga butuh beberapa dokumen pendukung lain.
“Tingginya piutang bisnis yang digunakan telah jatuh tempo tambahan dari 90 hari berasal dari pelanggan korporat yang mana membutuhkan siklus waktu tambahan panjang untuk penyiapan tagihan sampai langkah-langkah pembayaran tagihan,” kata Reski pada keterang resminya untuk Bursa Efek Nusantara (BEI), Selasa, 30 Juli 2024.
Sebelumnya, BEI memohon penjelasan untuk ISAT terkait piutang jatuh tempo perseroan yang tersebut terbilang tinggi. Permintaan penjelasan yang disebutkan dikirimkan BEI melalui surat nomor S-07595/BEI.PP2/07-2024 tertanggal 23 Juli 2024.
Reski menambahkan pasukan penagihan Indosat secara terus-menerus menagih piutang untuk pelanggan untuk setiap tahapan penagihan. Bila email atau surat tidak ada direspons, maka Indosat akan mengundang atau mengunjungi pelanggan untuk mengetahui alasannya.
Selain itu, Indosat juga berkoordinasi dengan pasukan account payable perseroan untuk mengawasi apakah pelanggan juga merupakan supplier. “Apabila ya, maka perjumpaan antara utang juga piutang dapat diusulkan untuk menyelesaikan piutang yang digunakan sudah ada jatuh tempo,” kata Reski.
Kemudian apabila sumber daya internalnya tak mencukupi, maka ISAT dapat mempertimbangkan kerja sejenis dengan pihak ketiga untuk membantu menagih piutang. Dalam hal ini, bisa jadi pula dipertimbangkan untuk menerbitkan surat peringatan keras atau teguran terhadap pelanggan yang digunakan bersangkutan.
Di samping itu, ISAT membukukan utang pengadaan per 31 Maret 2024 sebesar Rp10,1 triliun untuk pengeluaran modal juga operasional. Sebesar 99,9 persen dari utang yang disebutkan akan jatuh tempo pada jangka pendek. Penghabisan tersebut, kata Reski terkait pengadaan proyek penting seperti ekspansi jaringan, peningkatan teknologi, serta keinginan operasional.
Semua utang tersebut, kata beliau ditujukan untuk menyimpan kualitas layanan kemudian daya saing perseroan. Tingginya persentase jatuh tempo jangka pendek sesuai dengan jadwal jatuh tempo pembayaran. “Perseroan akan melunasi utang pengadaan yang dimaksud sesuai jadwal jatuh tempo yang telah disepakati dengan pemasok, menggunakan dana yang diperoleh dari aktivitas perniagaan perseroan.”
Ada beberapa orang konsekuensi yang dimaksud akan muncul jikalau ISAT tidaklah dapat memenuhi kewajiban utang pengadaan tepat waktu. Pertama kesulitan terkait kelainan operasional, di mana rantai pasokan kemudian operasi dapat terpengaruh, sehingga berdampak pada layanan. Kedua, terkait hubungan dengan pemasok. Pembayaran yang dimaksud tertunda dapat membinasakan hubungan dengan pemasok, memengaruhi kondisi juga keberlanjutan pasokan.
Ketiga, terkait kinerja keuangan pada mana gagal dapat menyebabkan biaya tambahan, yang tersebut memengaruhi kinerja keuangan lalu likuiditas. Keempat, menyangkut risiko reputasi pangsa lalu kepercayaan investor.
“Untuk mengatasi risiko ini, kami mempunyai manajemen arus kas yang tersebut kuat lalu cadangan likuiditas yang mana memadai. Kami yakin dapat memenuhi kewajiban ini melalui perencanaan keuangan yang dimaksud hati-hati serta manajemen strategis,” kata Reski.
Artikel ini disadur dari Piutang Jatuh Temponya Tembus Rp3 Triliun, Begini Penjelasan Indosat ke Bursa





