Ribka Tjiptaning Sindir Jokowi: Sudah Lupa PDIP, Salah Minum Solusi atau Bagaimana?
Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Nusantara Perjuangan atau DPP PDIP Area Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menyindir Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal selama usulnya sebelum menjabat menjadi khalayak nomor satu di Indonesia.
“Tidak ada Reformasi, bukan ada anak tukang kayu jadi presiden,” kata Ribka pada waktu mengisi acara diskusi bertajuk, Kudatuli, Kami Tidak Lupa, dalam kantor DPP PDIP dalam Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Ibukota Pusat, Sabtu, 20 Juli 2024.
Ribka juga menafsirkan sikap Jokowi yang sekarang sudah menunjukkan kesombongan. Pernyataan itu Ribka komunikasikan pada hadapan para kader PDIP.
“Anak tukang kayu sekarang songong. Cucunya juga songong ya kan?” ujarnya.
Lebih lanjut, Ribka menyimpulkan bahwa pemerintahan Jokowi telah dilakukan membangkitkan Orde Baru kembali. “Hati-hati. Tadi Bung Wilson bilang, ‘Ini Neo-Orba’. Sudah mau muncul lagi. Maka kita harus bersatu untuk menghadapi Jokowi,” tuturnya.
Ribka memandang seharusnya kritik terhadap Jokowi merupakan hal yang mana lumrah. Dia mengundang pada para kader PDIP untuk berani berperang melawan rezim Jokowi.
“Kita enggak mampu berhadapan dengan sendiri. Harus bersama-sama. Setuju enggak kalau kita lawan?” ucapnya.
Tak sampai di dalam situ, Ribka juga mengemukakan bahwa Jokowi telah terjadi melupakan PDIP yang telah terjadi membesarkan namanya. “Jokowi emang udah lupa. Salah minum obat atau bagaimana ya?” katanya.
Presiden Jokowi sebelumnya adalah kader PDIP. Selama dua kali Pilpres, Jokowi diusung oleh partai banteng moncong putih itu. Namun ke PIlpres 2024, keretakan hubungan antara Jokowi dengan PDIP terjadi.
PDIP pada Pilpres 2024 tak lama kemudian mengusung calon presiden kemudian perwakilan presiden Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Namun Jokowi lebih besar condong menyokong pasangan Prabowo-Gibran. Gibran adalah putra sulung Jokowi. Ia dapat mengikuti kontestasi ,setelah putusan kontroversial yang digunakan dibuat Mahkamah Konstitusi atau MK ketika dipimpin pamannya sendiri Anwar Usman.
Putusan Nomor 90 MK itu melempangkan jalan Gibran untuk progresif sebagai kandidat calon perwakilan presiden untuk Prabowo.Putusan ini membolehkan seseorang yang digunakan belum genap 40 tahun berubah jadi akan calon presiden lalu delegasi presiden.
Kini Gibran bersatu Prabowo sudah terpilih sebagai duta presiden juga presiden untuk periode lima tahun mendatang.
Artikel ini disadur dari Ribka Tjiptaning Sindir Jokowi: Sudah Lupa PDIP, Salah Minum Obat atau Bagaimana?





