Top 3 Tekno: Mengenal Hash Password, Gempa Batang, kemudian Viral #PrayforGorontalo
Jakarta – Top 3 Tekno dimulai dari topik tentang hash password, yaitu metode mengamankan password dengan mengubahnya berubah menjadi rangkaian karakter unik yang mana tidaklah dapat dibalikkan. Proses ini menggunakan algoritma hash yang digunakan mengubah input (password asli) berubah menjadi output (hash) dengan panjang yang sama. Algoritma seperti SHA-256 atau bcrypt kerap digunakan di proses ini.
Berita populer selanjutnya tentang gempa darat kembali tercetus pada Batang, Jawa Tengah. Gempa yang terkini dicatat BMKG berkekuatan M3,0 pada Hari Sabtu pagi 13 Juli 2024, pukul 07.38 WIB.
Selain itu, hujan yang digunakan turun ke Pusat Kota kemudian Kota Gorontalo, juga Daerah Bone Bolango ibarat tak pernah jeda sepanjang awal Juli ini. Tingginya intensitas hujan memproduksi pribadi warga terdampak banjir di Gorontalo sampai berseru pada akun media sosialnya yang tersebut menyertakan #prayforgorontalo, “God! Please stop the rain.”
1. Mengenal Hash Password, Metode Mengamankan Password dengan Karakter Unik
Password merupakan alat keamanan informasi kemudian data pribadi yang dimaksud paling umum digunakan. Dengan menggunakan password, beberapa informasi dan juga data sensitif belaka dapat diakses oleh pemukim yang mana mengetahui passwordnya. Namun, belakangan ini marak berjalan perkara pembobolan password di dalam beragam platform, di antaranya peretasan Pusat Fakta Nasional Sementara 2 (PDNS 2).
Karena itu, untuk terhindar dari yang digunakan namanya pembobolan password media sosial atau sejenisnya, dibutuhkan kata kunci yang tersebut lumayan rumit sehingga tiada enteng ditebak oleh pendatang lain demi keamanan akun. Untuk menegaskan password benar-benar kuat, dapat diwujudkan melalui hash password. Lantas, apa itu hash password?
Hash password adalah metode mengamankan password dengan mengubahnya bermetamorfosis menjadi sejumlah karakter unik yang mana bukan dapat dibalikkan. Proses ini menggunakan algoritma hash yang mengubah input (password asli) menjadi output (hash) dengan panjang yang mana sama. Algoritma seperti SHA-256 atau bcrypt kerap digunakan di tahapan ini.
Hash password mengacak data serta mengubahnya berubah jadi sejumlah karakter yang dimaksud berbeda. Namun, tidak ada seperti algoritma enkripsi lain yang tersebut mengubah data, hash hampir tidaklah mungkin saja dikembalikan. Pasalnya, hash sulit diuraikan ketika diteras.
2. Gempa Lagi pada Batang, Ini adalah Informasi Kekuatan dan juga Lokasi Sumbernya
Gempa darat kembali tercetus pada Batang, Jawa Tengah. Gempa yang digunakan terkini dicatat BMKG berkekuatan M3,0 pada Hari Sabtu pagi 13 Juli 2024, pukul 07.38 WIB.
Menurut info awal BMKG tersebut, pusat gempa itu berada 6 kilometer arah barat daya Batang. Kedalamannya, 5 kilometer. Tapi, berbeda dari yang dimaksud terjadi pada Minggu lalu, gempa terkini disebutkan hanya sekali dirasakan di Batang.
Intensitas guncangan gempa itu diperkirakan berada pada skala III MMI. Artinya, gempa dirasakan di dalam pada rumah seakan ada truk melintas.
Pada Hari Minggu lalu, gempa berkekuatan M4,4 dengan pusatnya ke darat, 5 kilometer arah tenggara Batang. Kedalamannya 6 kilometer. Saat itu getaran gempa bisa saja dirasakan pula pada Pekalongan serta beberapa area lain seperti Kendal.
3. Viral #PrayforGorontalo dalam Medsos lalu Hujan Tak Normal di dalam Awal Juli
Hujan yang dimaksud turun dalam Pusat Kota serta Kota Gorontalo, juga Wilayah Bone Bolango ibarat tak pernah jeda sepanjang awal Juli ini. Tingginya intensitas hujan menimbulkan seseorang warga terdampak banjir di Gorontalo sampai berseru ke akun media sosialnya yang mana menyertakan #prayforgorontalo, “God! Please stop the rain.”
Tingginya intensitas hujan di dalam Gorontalo juga diungkap Kepala Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, Cucu Kusmayancu, pada waktu dihubungi, hari terakhir pekan 12 Juli 2024. Dia menyebutkan bahwa secara umum, dari 6 sampai 10 Juli lalu, hujan turun setiap hari. Bahkan Cucu menyebutkan hujan dari 2 Juli.
“Hanya tanggal 5 sebagian titik tidak ada ada hujan dan juga tanggal 6-10 turun hujan setiap hari,” katanya sambil menambahkan, “Pada 11 Juli kemarin hujan hampir seharian.
Kondisi itu tampak pula di data hujan yang tersebut dibagikan Stasiun Klimatologi Gorontalo. Sepanjang 30 Juni pagi sampai pagi berikutnya pada 1 Juli tak ada data hujan dari 17 pos pengamatan yang digunakan tersebar pada Kota Bone Bolango. Begitu juga dengan tiga pos yang dimaksud ada ke Daerah Perkotaan Gorontalo.
Piihan Editor: Banjir Gorontalo Masih Berlanjut Disebabkan Curah Hujan yang tersebut Tinggi
Artikel ini disadur dari Top 3 Tekno: Mengenal Hash Password, Gempa Batang, dan Viral #PrayforGorontalo


