3 Tokoh yang dimaksud Disebut-sebut Berpotensil Mengisi Tempat Dewan Pertimbangan Agung
Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Wantimpres berubah menjadi rancangan undang-undang usul inisiatif DPR. Adapun revisi aturan itu akan mengubah UU Wantimpres menjadi Dewan Pertimbangan Agung atau DPA. Kesepakatan itu diperoleh ketika DPR menyelenggarakan rapat paripurna yang dimaksud dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Lodewijk Freidrich Paulus pada Senayan, Kamis, 11 Juli 2024.
“Dapat disetujui bermetamorfosis menjadi Rancangan Undang-Undang usul inisiatif DPR RI?” kata Lodewijk yang dimaksud disambut jawaban “setuju” oleh para anggota DPR RI yang tersebut hadir di rapat paripurna di dalam Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 11 Juli 2024, dikutipkan dari Antara.
Dewan Pertimbangan Agung (DPA) berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen adalah lembaga tinggi negara yang digunakan berfungsi memberi masukan atau pertimbangan untuk presiden. Akan tetapi, keberadaan DPA di UUD 1945 dihapuskan ketika amandemen keempat. Lantas, siapa sekadar yang akan mengisi sikap Dewan Pertimbangan Agung?
1. Joko Widodo
Di kalangan Koalisi Tanah Air Maju, beredar informasi bahwa Jokowi nantinya akan datang menjadi pemimpin DPA pasca lengser sebagai presiden pada Oktober mendatang. Dikutip dari majalah Tempo edisi 21 Juli 2024, Politikus Partai Gerindra, Maruarar Sirait, tak menampik informasi bahwa Jokowi akan menjadi anggota DPA. Ia juga punya kepercayaan serupa. “Beliau punya pengalaman sebagai wali kota, gubernur, dan juga presiden,” kata Maruarar pada Rabu, 10 Juli 2024.
Kendati demikian, Jokowi menyiratkan dirinya permanen pada rencananya pulang ke Perkotaan Solo, Jawa Tengah pasca purnatugas sebagai Presiden RI. “Sampai ketika ini rencana saya masih belum berubah,” kata Jokowi singkat mendekati keberangkatannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Selasa, 16 Juli 2024.
2. Megawati Soekarnoputri
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri diperkirakan berubah menjadi bagian dari Dewan Pertimbangan Agung atau DPA pada pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto. Berkenaan dengan itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Nusantara Perjuangan atau PDIP Hasto Kristiyanto enggan menjawab dengan tegas persoalan sikap Megawati.
Namun, ia menegaskan bahwa sekarang ini Megawati sedang berfokus untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan juga Ketua Dewan Pengarah Badan Investigasi juga Inovasi Nasional (BRIN) sesuai arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Lebih lanjut, Hasto menyampaikan inovasi nomenklatur dari Wantimpres berubah jadi DPA harus melalui amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Ini tidak sekadar inovasi nama. Ketika telah menggunakan nama DPA, maka seluruh memori kolektif kita terhadap lembaga yang disebutkan adalah harus dilaksanakan amandemen konstitusi,” ujarnya.
3. Susilo Bambang Yudhoyono
Keanggotaan DPA nantinya diisi oleh para mantan presiden, di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Sinyal itu disinyalir di mana Prabowo menyampaikan gagasan menyebabkan “presidential club” untuk SBY. Nantinya, Presidential Club akan berubah menjadi wadah pertandingan bagi para mantan presiden Republik Nusantara yang dimaksud masih hidup. yang akan berisi para mantan presiden.
Dikutip dari majalah Tempo edisi 21 Juli 2024, keinginan membentuk presidential club diungkapkan Prabowo pada waktu bertemu dengan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono pada Pacitan, Jawa Timur, beberapa hari pasca ia memenangi pemilihan presiden pada Februari 2024. Prabowo menyebutkan wadah itu dapat menyatukan ide para pendahulunya. Juga mencairkan hubungan ke antara para mantan presiden.
Seorang petinggi Partai Demokrat bercerita, pada waktu itu Yudhoyono tak terlalu menanggapi gagasan rekan seangkatannya ke Akademi Militer tersebut. Ketua Majelis Tinggi Demokrat itu hanya saja menitipkan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, agar bisa saja membantu pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
KHUMAR MAHENDRA | SAPTO YUNUS | HENDRI AGUNG PRATAMA | SAVERO ARISTIA WIENANTO | ERWAN HERMAWAN | ANDIKA DWI | EGI ADYTAMA | ANTARA
Pilihan Editor: Saling-silang Fungsi DPA
Artikel ini disadur dari 3 Tokoh yang Disebut-sebut Berpotensil Mengisi Posisi Dewan Pertimbangan Agung





