Qualcomm Gugat Pengembang Infinix, Tecno lalu Itel terkait Paten
Jakarta – Secara mengejutkan, Qualcomm telah dilakukan mengajukan gugatan terhadap Transsion, produsen ponsel pintar terbesar keempat ke globus yang dimaksud menghasilkan ponsel Infinix, Tecno lalu Itel, akibat diduga melanggar empat paten miliknya.
Sebagaimana dikutipkan Gizmochina dari laporan IP Fray di LinkedIn 13 Juli 2024, gugatan yang disebutkan terkait empat paten penting non-standar yang dimiliki oleh Qualcomm. Apa yang tersebut menghasilkan perkara ini tiada biasa adalah fakta bahwa Transsion tiada menggunakan chip Snapdragon Qualcomm di dalam smartphone mana pun pada waktu ini.
Biasanya, Qualcomm memanfaatkan tempat dominannya pada pangsa chip seluler untuk mendapatkan kesepakatan lisensi saat patennya dilanggar. Namun, taktik ini tiada akan berhasil pada Transsion dikarenakan Transsion khususnya mengandalkan MediaTek lalu Unisoc untuk prosesornya, menurut WinFuture, Jumat, 12 Juli 2024.
Meski tidak ada menggunakan chip Qualcomm, Transsion memiliki portofolio dengan merek ternama seperti Tecno, Itel, serta Infinix. Semua perusahaan ini fokus pada ponsel pemula serta ponsel kelas menengah yang mana sudah pernah terbukti sukses akibat Transsion secara keseluruhan sudah bermetamorfosis menjadi produsen terbesar keempat secara global, di dalam belakang Samsung, Apple, juga Xiaomi, menurut Statista.
Pertumbuhan pesat merek tampaknya telah terjadi menawan perhatian Qualcomm, yang digunakan mengarah pada tuntutan hukum melawan “paten penting non-standar” yang digunakan tidak ada ditentukan. Hasil dari gugatan yang disebutkan masih belum pasti, namun Transsion mungkin saja terpaksa membayar biaya lisensi yang tersebut kemungkinan besar berdampak pada margin yang digunakan sangat tipis pada perangkat berbiaya rendah.
Gugatan baru dari Qualcomm itu muncul di dalam sedang tekanan dari raksasa teknologi lainnya. Menurut Financial Times, Philips juga telah terjadi menggugat Transsion, dan juga Nokia meminta-minta biaya lisensi untuk teknologi yang digunakan dipatenkan yang dimaksud digunakan pada ponsel Transsion.
Menariknya, juru bicara Transsion menyebutkan di laporan yang dimaksud bahwa perusahaan itu telah lama menyetujui secara resmi “perjanjian lisensi paten standar 5G” dengan Qualcomm kemudian mengklaim memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut. Aneh rasanya Qualcomm memutuskan untuk mengajukan gugatan apabila memang benar demikian.
Artikel ini disadur dari Qualcomm Gugat Pembuat Infinix, Tecno dan Itel terkait Paten



