Koalisi Publik Sipil untuk Transisi Daya Berkeadilan Beri 8 Langkah Quick Wins ke Prabowo-Gibran

JAKARTA – Koalisi Komunitas Sipil untuk Transisi Daya Berkeadilan menyerahkan 8 rekomendasi quick wins untuk 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Rekomendasi ini sesuai visi misi Prabowo-Gibran di Asta Cita.
Plt Direktur Proyek Koaksi Indonesia Indra Sari Wardani mengatakan, rekomendasi ini bertujuan mengupayakan target perkembangan kegiatan ekonomi yang digunakan lebih banyak berkualitas kemudian inklusif melalui percepatan transisi energi untuk mewujudkan ekonomi hijau demi meningkatkan kesejahteraan rakyat lalu kelestarian lingkungan.
Dalam diskusi yang difasilitasi Katadata Insight Center (KIC) bersatu Tim Pertumbuhan 8% Prabowo-Gibran, Koalisi Publik Sipil untuk Transisi Energi Berkeadilan menekankan pentingnya kebijakan energi yang mana memprioritaskan energi terbarukan, bukanlah energi baru seperti nuklir, pengembangan lebih lanjut batu bara, teknologi penangkapan karbon (CCS/CCUS), serta gas alam, yang mana tinggi emisi kemudian mahal.
Sebab itu, perlu ada evaluasi kebijakan sektor energi, termasuk Kebijakan Energi Nasional lalu Rancangan Undang-Undang (RUU) Tenaga Baru kemudian Daya Terbarukan.
“Transisi energi berpotensi menciptakan lebih tinggi dari satu jt pekerjaan hijau pada 2050, sekaligus menyokong pertumbuhan dunia usaha yang tambahan inklusif serta ramah lingkungan. Hal ini juga dapat berkontribusi bagi peningkatan perekonomian penduduk serta menggerakkan perekonomian hijau yang dimaksud lebih tinggi luas,” ujar Indra, Hari Sabtu (14/9/2024).
Kedua, presiden baru juga harus segera merumuskan peta jalan pensiun dini PLTU lalu menyiapkan jaringan pengamannya, sebagai aksi lanjut dari Peraturan Presiden No 112 Tahun 2022.
Direktur Eksekutif Cerah Agung Budiono mengungkapkan semakin cepat pensiun dini PLTU dilaksanakan juga digantikan dengan energi terbarukan akan menyebabkan keuntungan perekonomian yang dimaksud lebih lanjut besar bagi Indonesia.
“Temuan Penelitian Celios serta Cerah terkait dengan dampak ekonomi pensiun dini pada PLTU Cirebon-1, PLTU Pelabuhan Ratu, lalu PLTU Suralaya diproyeksi mempunyai dampak terhadap hasil domestik bruto (PDB) dengan peningkatan hingga Rp82,6 triliun,” kata Agung.
Direktur Eksekutif Humanis Foundation Tunggal Pawestri menyebutkan di konteks pensiun dini PLTU, juga penting untuk menyoroti dampak dengan segera terhadap penduduk rentan, khususnya pekerja, kelompok informal juga komunitas yang dimaksud bergantung pada sektor ini.






