Hanya Satu Ronde, Sikut Berputar Michael Morales Bikin Neil Magny Kalah TKO

NEW YORK – Hanya satu ronde, Michael Morales menghabisi petarung veteran Neil Magny dengan ground-and-pound di tempat UFC On ESPN 62, Hari Sabtu (24/8/2024) waktu malam waktu setempat. Morales menjatuhkan Magny dengan siku berputar kemudian berakhir di tempat berhadapan dengan sambil melancarkan pukulan.
Petinju kelas welter kelahiran Ekuador itu mengalahkan lawannya dari Brooklyn, New York melalui penghentian (TKO). Kemenangan TKO besar untuk Morales dengan waktu resmi 4 menit 39 detik di dalam ronde pertama.
Dengan kemenangan TKO, Michael Morales meningkatkan rekor tak terkalahkannya menjadi 17-0. Petarung berusia 25 tahun yang tersebut berbasis di dalam Meksiko itu menghadirkan pulang tambahan USD50.000 sekitar Rp770 juta. Sebaliknya bagi Neil Magny (37) kalah dengan skor 29-12.
Di awal duel, kedua petarung mengukur jarak dengan beberapa tendangan dari jarak jauh. Morales menahan tendangan kaki.
Kemudian Morales mendaratkan tendangan kakinya. Tendangan betis lainnya untuknya dan juga Magny mencoba membalas dengan pukulan balik yang dimaksud tidaklah mengenai sasaran lantaran lawannya mundur.
Morales ingin menendang lagi, tetapi Magny menghancurkan jarak serta masuk ke sikap clinch. Morales berbalik ke pada ring, membiarkan Magny meraih punggungnya.
Dia mencengkeram kaki lawan pada waktu mencoba melakukan takedown. Namun, Morales tetap memperlihatkan bertahan.
Bava juga; UFC Gempar! Petarung UFC Colok Mata Musuhnya sampai Berdarah
Magny benar-benar membebani Morales, tetapi masih belum berhasil menjatuhkannya ke matras. Beberapa pukulan dari Magny sekarang.
Tiba-tiba Morales melancarkan serangan siku berputar juga tampaknya memproduksi Magny hingga linglung terhuyung serta jatuh ke matras. Morales naik ke berhadapan dengan lalu mulai melancarkan serangan ground-and-pound.
Morales berdiri di tempat melawan Magny, lalu turun ke tempat full mount. Dia melancarkan pukulan-pukulan keras dan juga Magny menyerah. Magny tersungkur kemudian Morales melancarkan lebih banyak berbagai pukulan keras hingga wasit turun tangan untuk menyelamatkannya dari hukuman lebih tinggi lanjut.






