Nurul Ghufron juga Johanis Tanak Berhasil Seleksi Awal Capim, ICW Wanti-wanti Pansel KPK Tak Beri Keistimewaan
Jakarta – Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Nurul Ghufron juga Johanis Tanak dinyatakan lolos seleksi administrasi calon pimpinan (Capim) lembaga antirasuah tersebut. Negara Indonesia Corruption Watch atau ICW mewanti-wanti Panitia Seleksi atau Pansel KPK agar tak memberikan keistimewaan terhadap Nurul Ghufron serta Johanis Tanak ke serangkaian seleksi Capim.
Peneliti ICW, Diky Anandya mengungkapkan bahwa pengalaman Nurul Ghufron lalu Johanis Tanak sebagai pimpinan KPK bukan mampu serta-merta dijadikan pertimbangan untuk meloloskan keduanya. Apalagi, katanya, bukan ada satu pun prestasi yang digunakan dibuat oleh pimpinan KPK periode 2019-2024, termasuk Nurul Ghufron serta Johanis Tanak.
“Yang terjadi justru sebaliknya,” ujar Diky saat dihubungi, Kamis, 25 Juli 2024. Menurut dia, kinerja Nurul Ghufron kemudian Johanis Tanak sebagai pimpinan KPK pada lima tahun terakhir lebih besar banyak menghadirkan kontroversi ketimbang prestasi.
Ia menyebut, kedua pimpinan KPK itu terlibat dengan segera berhadapan dengan menurunnya citra lembaga antirasuah di mata publik. Berdasarkan survei Litbang Kompas pada Juni 2024, KPK menjadi lembaga dengan citra positif terendah jika dibandingkan delapan lembaga hukum lainnya.
Eks penyidik KPK, Novel Baswedan juga sependapat. Dia mengawasi ada beberapa nama yang lolos seleksi awal, tapi integritasnya patut dipersoalkan.
Novel mengumumkan di antaranya ialah Nurul Ghufron, Johanis Tanak, lalu Pahala Nainggolan. Ketiga nama itu merupakan bagian dari internal KPK. Pahala Nainggolan diketahui menjabat sebagai Deputi Pencegahan serta Monitoring KPK.
“Nurul Ghufron juga sedang di serangkaian etik berat ke Dewas KPK,” ujarnya.
Novel menilai, masih lolosnya nama-nama bermasalah dalam seleksi Capim KPK ini justru berubah jadi ujian bagi Pansel. Dia menilai, seharusnya Pansel KPK melakukan pengecekan latar belakang untuk menyaring sisi integrasi tiap-tiap kandidat.
“Semoga Pansel menggunakan background check integritas pada tahap (seleksi) selanjutnya,” kata Novel.
Sebelumnya, Pansel KPK mengumumkan hasil seleksi administrasi Capim KPK serta calon badan pengawas (Dewas) lembaga antirasuah periode tahun 2024-2029. Ketua Pansel KPK Yusuf Ateh mengungkapkan jumlah agregat pendaftar per individu capim hingga penutupan pendaftaran sebanyak-banyaknya 318 pemukim lalu calon dewas berjumlah 207 orang.
“Dari jumlah total pendaftar tersebut, yang dimaksud dinyatakan lulus sebanyak-banyaknya 236 warga (74 persen) untuk calon pimpinan KPK serta berjumlah 146 warga (71 persen) untuk calon Dewan Pengawas KPK,” kata Yusuf ketika jumpa pers di dalam Gedung Utama Kementerian Sekretariat, pada Rabu, 24 Juli 2024.
Artikel ini disadur dari Nurul Ghufron dan Johanis Tanak Lolos Seleksi Awal Capim, ICW Wanti-wanti Pansel KPK Tak Beri Keistimewaan




