pemerintahan akan Bebaskan Bea Masuk Impor Alat dan juga Mesin Pertanian untuk Dukung Mekanisasi
Jakarta – Pemerintah akan memberikan infrastruktur impor bagi perusahaan pertanian di negeri. Fasilitas itu antara lain di bentuk pembebasan bea masuk impor alat serta mesin pertanian (alsintan) untuk membantu mekanisasi pertanian perkebunan.
Wakil Menteri Pengembangan Usaha Yuliot Tanjung menyatakan bahwa kebijakan prasarana impor bertujuan mengupayakan inisiatif ketahanan pangan dan juga energi. Proyek ini salah satunya sedang berjalan di Merauke melalui pengembangan perkebunan tebu terintegrasi dengan sektor gula, bioetanol, lalu pembangkit listrik.
“Kebutuhan kita ke depan khususnya untuk pengembangan ketahanan pangan serta ketahanan energi itu, wajib sektor pertanian kita masukkan sebagai sektor yang digunakan mendapatkan fasilitas,” ujar Yuliot pada penjelasan tertulis, Sabtu, 20 Juli 2024.
Saat ini, Yuliot menjelaskan, importsi peralatan ke sektor pertanian belum mendapatkan prasarana khusus. Untuk membeli peralatan dari luar negeri, kata dia, perusahaan harus melalui melanisme normal demgan membayar bea masuk.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga menyoroti pentingnya memaksimalkan pemakaian pompanisasi dan juga optimasi lahan melalui alat lalu mesin pertanian. Dengan itu, beliau mengklaim pemerintah dapat menghemat biaya produksi hingga 50 persen.
“Fokus dengan apa yang mana sudah kita targetkan bersama, yaitu menjadikan Papua sebagai lumbung pangan Nusantara timur,” kata Amran ketika meninjau kegiatan cetak sawah pada Wilayah Manokwari, Provinsi Papua Barat pada Jumat, 31 Mei 2024.
Karena itu, Amran mengajukan permohonan pemerintah wilayah segera mendatangkan alat berat seperti ekskavator dan juga mesin perata tanah agar lahan-lahan dalam wilayah timur Negara Indonesia segera bisa jadi diolah berubah jadi produktif. Dia mengumumkan biaya pengadaan alat berat ini akan didukung oleh pemerintah pusat.
“Segera cari ekskavator oleh sebab itu nanti biayanya akan kita siapkan. Yang kedua, dari 20 ribu hektare lahan yang tersebut ada, saya minta segera diwujudkan penambahan melalui cetak sawah,” katanya.
Artikel ini disadur dari Pemerintah akan Bebaskan Bea Masuk Impor Alat dan Mesin Pertanian untuk Dukung Mekanisasi





