Siapa Penguasa Kelas Welter pasca Terence Crawford: Jaron Ennis Raja Baru 66,6 Kg?

Siapa penguasa tinju kelas welter setelahnya Terence Crawford naik kelas welter super? Apakah Jaron Ennis raja baru pada kelas 66,6 kilogram? Hanya ketika Anda mengamati apa yang mana tersisa dari divisi welterweight yang digunakan ditinggalkan Terence Crawford, Anda akan mulai mendapatkan pemahaman yang lebih tinggi baik tentang mengapa ia ingin meninggalkannya.
Meskipun tak kekurangan talenta, kelas welter 66,6 kg tentu belaka kekurangan bintang, bahkan yang tersebut potensial, dan juga oleh lantaran itu Crawford, pada usia 36 tahun, tak dapat membuang-buang waktu di area divisi yang dimaksud sudah pernah ditaklukkan. Ia harus mengejar lawan lalu bukannya mengantisipasi mereka muncul, serta hal ini ia lakukan pada 3 Agustus, pada waktu melengserkan Israil Madrimov, pemegang peringkat kelas menengah kategori junior WBA, di tempat Los Angeles.
Sejak ketika itu, Crawford tentu cuma sudah dikaitkan dengan berbagai pertarungan serta lawan lainnya, namun sebagian besar dari merekan berada di area menghadapi kelas welter, dengan beberapa di area antaranya bertarung pada kelas menengah atau bahkan kelas menengah super. Sementara itu, pada hari Senin, Organisasi Tinju Bumi mengumumkan bahwa Crawford mengosongkan penghargaan kelas welter WBO-nya untuk tetap saja berada di area kelas welter super atau, mungkin, menjelajah lebih tinggi jauh.
Apa pun itu, apakah Crawford memilih untuk masih berada di tempat kelas menengah divisi junior atau menjadi kelas menengah super untuk satu malam, yang digunakan jelas sekarang adalah bahwa pekerjaannya sudah pernah selesai di dalam kelas welter. Di kelas welter, di tempat mana ia berkampanye antara tahun 2018 lalu 2023, Crawford juga meraih sejumlah hal.
Setelah menghentikan Jeff Horn di sembilan ronde untuk merebut sabuk WBO, petinju dengan syarat Nebraska ini kemudian mempertahankan sabuk yang dimaksud sebanyak tujuh kali, dengan mengalahkan petinju-petinju berikutnya:
Jose Benavidez Jr, Amir Khan, Egidijus Kavaliauskas, Kell Brook, Shawn Porter, David Avanesyan dan, terakhir, Errol Spence Jr, yang darinya Crawford juga merebut penghargaan juara dunia kelas welter versi WBC lalu IBF. Lebih baik lagi, ia tidaklah semata-mata mengalahkan merekan untuk mempertahankan gelarnya – ia menghentikan mereka semua, dengan hanya sekali Benavidez serta Porter yang digunakan berhasil mencapai ronde ke-10.
Fakta yang dimaksud cukup untuk menyoroti dominasi Crawford dalam kelas 147 pound. Hal ini juga menjelaskan, sedikit banyak, mengapa ada waktu 13 bulan antara pada waktu ia mengalahkan Spence serta menantang Madrimov dengan berat badan yang baru. Dalam dunia yang digunakan ideal, ya, Crawford akan lebih banyak sibuk setelahnya melawan Spence, dan juga mempunyai lawan besar berikutnya yang tersebut sudah siap menanti. Namun, sayangnya hal ini tak pernah terjadi bagi Crawford di tempat kelas welter.
Sebaliknya, kelas welter menjadi divisi yang dimaksud telah dilakukan ia kuasai, yang digunakan berarti ada jurang pemisah antara yang dimaksud terbaik – yaitu Crawford – dengan para pesaingnya. Hal itu, bagi seseorang yang mana setiap saat menunjukkan kecenderungan untuk naik divisi juga menguji dirinya sendiri, akan selalu menjadi pemicu bagi dirinya untuk bangkit dan juga pergi.
Dan itu terbukti.
Kini, setelahnya kepergian Crawford, divisi welterweight harus melakukan perombakan juga menyusun ulang, juga pada waktunya menemukan atlet nomor satu yang baru. Proses ini dimulai pada hari Senin. Pada hari itu, WBO tak cuma mengumumkan langkah Crawford untuk mengundurkan diri, namun juga mengonfirmasi bahwa Brian Norman Jr, pemegang peringkat sementara, pada masa kini akan diangkat menjadi pemegang gelar kejuaraan penuh dengan segera.
Ini merupakan kabar baik bagi Norman, yang menjadi pemegang sabuk sementara pasca menang KO pada ronde ke-10 menghadapi Giovanni Santillan pada tanggal 18 Mei – lalu ini juga merupakan kabar baik bagi divisi kelas welter secara keseluruhan. Jika tak ada yang mana lain, hal ini menunjukkan bahwa Crawford (41-0, 31 KO) mempunyai kesopanan untuk tak membiarkan siapa pun menggantung atau melakukan lindung nilai melawan taruhannya di tempat masa depan.






