Jokowi Tak Nyenyak Tidur dalam IKN, Pengamat: Banyak Pikiran, Pemodal Tak Kunjung Datang
Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengaku tak nyenyak tidur pada Istana Presiden Ibu Daerah Perkotaan Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Minggu malam, 28 Juli 2024. Jokowi berasalan tak bisa jadi tidur nyenyak dikarenakan baru pertama kali bermalam di dalam sana. Adapun rencananya, Jokowi berkantor ke IKN selama tiga hari hingga Rabu, 31 Juli 2024.
Menanggapi hal itu, pengamat sektor ekonomi dari UPN Veteran Ibukota Indonesia Achmad Nur Hidayat menduga kepala negara bukan bisa saja tidur nyenyak oleh sebab itu sejumlah pikiran. “Banyak pikiran oleh sebab itu penanam modal belum kunjung datang, tapi APBN telah banyak diinvestasikan,” ujarnya, Senin, 29 Juli 2024.
Adapun menurut catatan Menteri Keuangan Sri Mulyani, APBN yang digunakan dikucurkan untuk IKN sejak 2022-Mei 2024 nominalnya mencapai Simbol Rupiah 72,3 triliun. Sementara, pemerintah berencana hanya sekali menggunakan 20 persen atau sekitar Simbol Rupiah 90 triliun dari total keinginan anggaran perkembangan IKN sebesar Simbol Rupiah 466 triliun.
Pemerintah berusaha mencapai ada penanaman modal masuk untuk memulai pembangunan ibu kota baru itu. Teranyar, Jokowi juga sudah ada meneken Perpres Nomor 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN. Beleid itu mengatur pemberian insentif terhadap investor, seperti pemberian hak guna bidang usaha (HGU) hingga 190 tahun kemudian hak guna bangunan (HGB) hingga 160 tahun. Namun, kepastian investasi, apalagi dari pemodal asing, belum menunjukkan hilalnya. “Investor masih ragu proyek ini akan berkelanjutan,” ujar Achmad.
Ihwal sepinya investor, Menteri Pengembangan Usaha Bahlil Lahadalia berdalih bahwa pemerintah memprioritaskan penyetoran modal di negeri (PMDN) untuk masuk klaster pertama. “Klaster kedua, baru masuk asing,” kata beliau di dalam Kementerian Investasi, Senin, 29 Juli 2024. Ia mengklaim sudah ada ada pemodal asing yang digunakan mendaftar untuk berinvestasi di dalam IKN tapi pemerintah belum mengeksekusi, sehingga belum ada pembangunan yang mana dibangun di sana.
Bahlil berujar, pemerintah akan menyelesaikan perkembangan infrastruktur dasar lebih tinggi dulu sebelum memasukan pemodal asing. Kemungkinan, kata dia, infrastruktur itu rampung setelahnya Oktober atau setelahnya periode kekuasaan Presiden Jokowi rampung. “Start mereka itu (investor asing) mungkin saja November-Desember. Termasuk groundbreaking,” kata dia.
Pilihan editor: Edisi Khusus 10 Tahun Jokowi: Pekerja Celaka dikarenakan UU Cipta Kerja
Artikel ini disadur dari Jokowi Tak Nyenyak Tidur di IKN, Pengamat: Banyak Pikiran, Investor Tak Kunjung Datang





