Cara merawat rambut sesuai anjuran dokter spesialis dermatologi

DKI Jakarta – Dokter spesialis dermatologi dr. Arlene Rainamira, SpDV menjelaskan cara merawat rambut yang tersebut benar agar terhindar dari kesulitan kebugaran rambut, mulai dari mengeramasi hingga memberikan item khusus pada rambut.
"Memang sudah ada ada step-step cara keramas yang benar, pertama kalau keramas yang dimaksud harus digosok itu batangnya (rambut)," kata Arlene pada waktu ditemui di acara bincang-bincang pada kawasan Kebayoran Baru, Ibukota Indonesia Selatan, Kamis.
Dokter lulusan Universitas Negara Indonesia itu menambahkan, "Yang paling benar ketika keramas itu dipijat, dipijat dalam bagian epidermis kepala". Menurut Arlene, sebaiknya pijat perlahan bagian lapisan kulit kepala pada waktu sedang keramas sebab area dermis kepala merupakan tempat tumbuhnya rambut baru.
Jika terlalu banyak menggosok atau mengeramasi bagian batang rambut, dikhawatirkan rambut akan lebih tinggi mudah-mudahan rontok sebab area yang disebutkan cenderung lebih tinggi rapuh dibandingkan area rambut pada dermis kepala.
"Jika digosok terus-menerus, ini (batang rambut) akan tambahan rapuh serta lebih lanjut simpel rontok," kata dokter yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care itu.
Saat mengeramasi rambut, Arlene juga menyarankan untuk menggunakan air dingin atau suam-suam kuku. Pengaplikasian air yang mana terlalu panas dapat mengakibatkan terbukanya kutikula rambut, sehingga menghasilkan rambut berubah jadi lebih tinggi ringan kusut, kering, hingga rontok.
"Setelahnya, wajib gunakan conditioner (pelembut rambut), bahkan untuk dermis kepala yang berminyak," kata Arlene.
Conditioner berguna untuk melindungi lapisan terluar rambut, yakni kutikula rambut. Pemanfaatan conditioner dapat menghaluskan kutikula kemudian menciptakan rambut terlihat tambahan halus, berkilau, juga sehat.
Oleh lantaran itu, gunakan conditioner belaka di bagian batang rambut agar rambut lebih tinggi halus, lembut, serta kuat. Jangan gunakan conditioner dalam bagian lapisan kulit kepala supaya tak berlangsung penumpukan minyak yang dapat menyebabkan rambut berketombe hingga berminyak.
"Saat mengeringkan (rambut), ada tekniknya juga, yaitu tiada digosok dengan handuk juga jangan diperas," kata Arlene.
Dia menambahkan, "Balut semata dengan handuk juga dikeringkan sekitar lima menit, habis itu idealnya didiamkan dengan angin belaka (hingga rambut kering secara alami)".
Jika ingin mengeringkan rambut dengan alat pengering rambut (hair dryer), atur agar level kepanasan berada dalam titik terendah untuk meminimalkan risiko kesegaran rambut. Selain itu, gunakan masker rambut jikalau diperlukan agar rambut dapat lebih lanjut terawat.
"Kalau rambut atau lapisan kulit kepalanya kering, gunakan masker rambut 1-2 kali seminggu," kata Arlene.
"Kulit yang mana berminyak itu dua minggu sekali, kalau rambut yang diwarnai boleh gunakan seminggu sekali," sambungnya.
Terakhir, sisir rambut dengan menyesuaikan jenis rambut dan juga sisir yang digunakan digunakan. Untuk rambut keriting, sisir rambut di keadaan basah dengan sisir berjarak agar rambut lebih tinggi mudah-mudahan diatur juga disisir.
"(Untuk rambut lurus juga ikal), rambut yang dimaksud kering atau agak lembap itu baru disisir pelan-pelan aja, jangan terlalu ditarik," kata Arlene.
"Sisir rambut itu sebenarnya cukup ketika sedang kusut atau habis keramas aja," tutupnya.
Artikel ini disadur dari Cara merawat rambut sesuai anjuran dokter spesialis dermatologi






