Hunian ASN di IKN Gratis, Dirut Bina Karya: Hanya Bayar Listrik serta Air
Jakarta – Direktur Utama PT Bina Karya (Persero) Boyke Soebroto menyatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebut bertugas pada Ibu Daerah Perkotaan Negara bukan akan dikenakan biaya hunian. Dia mengungkapkan ketika ini PT Bina Karya juga Konsorsium Garuda Nusantara sedang mempersiapkan konstruksi 40 menara hunian untuk ASN yang mana ditargetkan dapat dimulai pada awal 2025 mendatang.
“Kalau telah jadi, untuk ASN semuanya gratis. Karena ini, kan, bangunan untuk ASN tinggal pada sana sebagai rumah dinas. Kecuali listrik, air, itu bayar. Tapi tak nyewa serupa sekali,” kata Boyke ketika ditemui dalam Ritz Carlton SCBD, Kamis, 25 Juli 2024.
Boyke menjelaskan, pada waktu dekat pihaknya akan mengajukan studi kelayakan untuk Kementerian Keuangan. Sebab, kata dia, pengerjaan 40 menara untuk hunian ASN menggunakan skema Kerjasama pemerintahan serta Badan Usaha (KPBU). “Masih diproses serta targetnya hingga kontrak itu dapat selesai di enam bulan ini juga pada Januari atau Februari 2025 telah dapat dimulai pembangunannya,” kata Boyke.
Dia mengungkapkan di konstruksi 40 menara hunian ASN, PT Bina Karya bertugas sebagai operator. Setelah itu, kata dia, perseroan milik Badan Otorita IKN itu akan menjalankan setiap aset milik negara yang tersebut didanai melalui skema KPBU tersebut.
“Aset milik negara itu kita yang tersebut mengelola. Air kita kelola, listrik kita kelola. Bahkan kalau yang digunakan belum dibangun, kita bergabung yang bangun,” klaimnya.
Adapun uang yang digunakan digunakan untuk pembangunan tersebut, klaim dia, berasal dari penanaman modal ekuitas yang mana diwadahi oleh Konsorsium Garuda Nusantara. Boyke menyatakan nilainya sekitar Rupiah 20 triliun yang dimaksud berasal dari beberapa investor, baik dari pada maupun luar negeri.
“Tujuannya untuk supaya kita bukan sendirian. Tidak dapat sendirian serta kita harus kolaborasi,” ujarnya. Dia menambahkan, ke depannya Bina Karya akan tambahan terlibat menyita perhatian pembangunan ekonomi ke IKN. “Selama ini ditanggung APBN, makin lama porsinya makin kecil,” katanya.
Adapun Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara lalu Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, mangatakan 1.740 ASN akan dipindahkan ke IKN mulai pada September.
Azwar menyampaikan ASN yang digunakan akan dipindah ke IKN dilaksanakan secara bertahap. “Untuk ASN apabila satu tower dalam isi oleh satu pendatang maka akan ada ASN yang dimaksud akan pindah 1.740 ASN,” katanya, Senin, 1 Juli 2024.
Pilihan Editor: Sandiaga Pernyataan Tiket Pesawat akan Turun sebelum Pemerintahan Jokowi Digantikan Prabowo
Artikel ini disadur dari Hunian ASN di IKN Gratis, Dirut Bina Karya: Hanya Bayar Listrik dan Air





