PLO setujui pembentukan sikap duta presiden

Ramallah – Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) pada Kamis (24/4) menyetujui pembentukan sikap duta presiden untuk komite eksekutif mereka, seperti dilansir kantor berita resmi Palestina WAFA.
Menurut laporan WAFA, delegasi presiden akan dipilih dari anggota komite eksekutif ketika ini, melalui pencalonan oleh ketua komite kemudian persetujuan para anggotanya.
Ketua komite juga akan memiliki wewenang untuk memberikan tugas, memberhentikan delegasi presiden atau menerima pengunduran diri mereka, kata laporan itu.

Keputusan yang dimaksud diadopsi di perjumpaan Dewan Pusat PLO yang dimaksud diselenggarakan di Pusat Kota Ramallah, Tepi Barat, dengan dihadiri 170 anggota, satu di antaranya beberapa anggota yang digunakan berpartisipasi melalui sambungan video.
Satu anggota memberikan kata-kata menolak langkah tersebut. Sementara, satu lagi abstain.
Hal yang dimaksud menandai kali pertama sikap yang disebutkan dibentuk sejak berdirinya PLO.
Inisiatif pembentukan tempat perwakilan presiden ini pertama disampaikan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas di konferensi tingkat besar (KTT) darurat Arab ke Kairo pada awal Maret lalu, di dalam sedang meningkatnya seruan untuk melakukan reformasi di sistem urusan politik Palestina.
Keputusan yang disebutkan dipandang sebagai perkembangan signifikan pada membentuk fase berikutnya dari proses urusan politik Palestina.
Artikel ini disadur dari PLO setujui pembentukan posisi wakil presiden






