Digempur Mobil Listrik China, VW Berencana Tutup Pabrik di tempat Jerman?

WAHYU BUDI SANTOSO – Volkswagen (VW), perusahaan otomotif terkemuka dengan syarat Jerman, dikabarkan akan menghentikan pabriknya di dalam negara asalnya untuk pertama kalinya di 87 tahun sejarahnya.
Langkah ini mungkin saja diambil walaupun pekerjaan pada VW di tempat Jerman seharusnya dilindungi hingga tahun 2029, berdasarkan janji yang mana dibuat perusahaan yang dimaksud sejak tahun 1994.
Namun dikarenakan tantangan yang digunakan dihadapi lapangan usaha otomotif, VW kemungkinan besar tidak ada dapat memenuhi janji tersebut.
CEO Grup Volkswagen Oliver Blume, di pernyataannya pada hari Senin, menyatakan bahwa “Industri otomotif Eropa berada pada situasi yang digunakan sangat menantang dan juga serius.” tuturnya seperti dilansir dari The Japan Times, Kamis (5/9/2024).
Ia menambahkan, munculnya pesaing baru di tempat lingkungan ekonomi Eropa, menurunnya tempat Jerman sebagai lokasi manufaktur, dan juga perlunya bertindak tegas menjadi beberapa faktor yang digunakan memacu kemungkinan penutupan pabrik.
CEO divisi Mobil Penumpang Volkswagen, Thomas Schaefer, mengakui bahwa upaya untuk mengempiskan biaya sudah membuahkan hasil, namun “tekanannya menjadi tambahan kuat.”
Ia menambahkan, pabrikan otomotif Eropa pada saat ini menghadapi persaingan ketat dengan mobil listrik diskon buatan China.
Hasil setengah tahun perusahaan menunjukkan bahwa VW tidaklah akan memenuhi target penghematan €10 miliar pada tahun 2026.
Pembicaraan tentang penutupan pabrik lalu PHK sekarang terfokus pada merek inti Volkswagen.





