4 Fakta Terkini Persiapan Tim Tanah Air Jelang Olimpiade Paris 2024
Jakarta – Kurang dari satu bulan kelompok Nusantara akan memulai kiprahnya ke Olimpiade Paris 2024. Berbagai persiapan sudah pernah dijalankan selama beberapa bulan terakhir demi menuai prestasi terbaik di turnamen multi-event olahraga empat tahunan itu.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission (CdM) Indonesia Anindya Bakrie, hingga Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid membeberkan beragam kabar terkini persoalan persiapan regu Indonesia.
Berikut empat fakta terkini persiapan grup Indonesia menuju Olimpiade Paris 2024, mulai target hingga atlet yang digunakan diunggulkan.
1. KOI Belum Umumkan Target
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari belum mau mengungkapkan target untuk kontingen Indonesi dalam Olimpiade Paris 2024. Ia baru akan mengumumkannya pasca semua kontingen dilepas Presiden Joko Widodo pada 10 Juli 2024.
“Kalau target itu memang benar harus duduk sama-sama semuanya supaya satu bahasa. Artinya pasca nanti kami pelepasan dengan presiden, Insya Allah tanggal 10 (Juli) kalau beliau berkenan. Setelah itu, sama-sama dengan semua stakeholder, kami akan mengumumkan target final dari perolehan medali Olimpiade paris 2024,” ujar ia pada acara peluncuran jersey kelompok Indonesia dalam Nusantara Garden, Darmawangsa, DKI Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2024.
Berbeda dengan Raja, Ketua Umum FPTI Yenny Wahid justru telah dilakukan lebih lanjut dulu menyampaikan target dari federasi untuk empat atlet panjat tebing yang mana akan berlaga. Mereka ingin Desak Made Rita Kusuma Dewi serta kawan-kawan bisa jadi mengakibatkan pulang dua medali emas. “Minimal dua (medali) emas. Doakan semoga dapat dua.”
2. Jumlah Kontingen Indonesia dalam Olimpiade Paris 2024
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menegaskan total 29 atlet dari 12 cabang olahraga akan datang berubah menjadi perwakilan Tanah Air di Olimpiade Paris 2024. Joe Aditya lalu Azzahra Permatahani dari cabang olahraga renang berubah jadi dua perwakilan terakhir yang tersebut menegaskan tiket ke Prancis. Keduanya lolos melalui jalur universality places.
“Jadi (jumlah atlet) sudah ada final 29 atlet dari 12 cabang olahraga artinya dari sisi jumlah keseluruhan atlet ini bertambah bahkan sebetulnya kemarin hitungan kami sebetulnya. 27 terakhir tambahan dari Renang itu jadi 29. Nah ini mudah-mudahan apa yang mana kami cita-citakan itu dapat terbentuk di Olimpiade Paris 2024,” ungkapnya.
3. Atlet Unggulan dari Fakultas Olahraga Panjat Tebing
Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengemukakan Desak Made Rita Kusuma Dewi berubah menjadi salah satu atlet putri yang digunakan diunggulkan meraih medali emas dari cabang olahraga panjat tebing. Ia berharap sejumlah pada wanita kelahiran Buleleng, Bali yang dimaksud untuk memenuhi target dua emas yang digunakan ditetap federasi.
“Indonesia ini memang benar sangat diincar (lawan) kemudian punya prospek besar meraih emas. Desak juga sama. Desak ini walau anaknya pendiam, tetapi gigih sekali pada berjuang. Dia sangat-sangat diunggulkan meraih emas,” tuturnya.
4. Cuaca Panas Jadi Tantangan
Chef de Mission (CdM) Tanah Air Anindya Bakrie mengaku telah lama menyiapkan strategi khusus untuk menanggulangi hambatan cuaca panas yang digunakan diprediksi akan melanda kota Paris, Prancis selama acara Olimpiade Paris 2024. Ia berjanji akan datang bekerja keras untuk memenuhi seluruh permintaan para atlet.
“Kami meninjau bahwa di Paris ini dari minggu berikutnya serta bahkan juga dua bulan kemudian sangat berubah total. Tapi, tidak berarti kami tidak ada mempersiapkan supply chain-nya sehingga mengenai (tidak memakai) AC tadi mesti dipikirkan plan B-nya,” ucapnya.
Sebelumnya, studi dari Npj Climate and Atmospheric Science memprediksi gelombang panas (heatwave) akan melanda Perkotaan Paris, Prancis. Olimpiade Paris 2024 sendiri akan mulai berlangsung pada 26 Juli hingga 11 Agustus 2024.
Artikel ini disadur dari 4 Fakta Terkini Persiapan Tim Indonesia Jelang Olimpiade Paris 2024






