Tim Indonesia Siapkan Strategi Khusus Atasi Cuaca Panas Saat Olimpiade Paris 2024
Jakarta – Ketua Umum Komite Olimpiade Negara Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengungkapkan cuaca panas yang dimaksud diprediksi akan datang melanda Pusat Kota Paris, Prancis bermetamorfosis menjadi tantangan tim Tanah Air pada menghadapi Olimpiade Paris 2024. Terlebih selama berada di sana, para atlet tiada akan menggunakan Air Conditioner (AC).
“Kita tahu, ini Juli-Agustus lagi panas-panasnya gitu ya, dan juga tantangannya kita di sana juga katanya nggak pakai AC. Nah, regu CDM (Chef de Mission) itu mengantisipasi semua prospek yang digunakan akan mengganggu kesiapan atlet,” ujar beliau pada waktu ditemui di acara peluncuran jersey pasukan Olimpiade Indonesi di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2024.
Raja memaparkan pihaknya melalui tim khusus yang dipimpin Chef de Mission (CdM) Anindya Bakrie sudah pernah mempersiapkan strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut. Ia pun mengapresiasi bagaimana pendekatan segera yang dikerjakan Anindya ke para atlet.
Sementara itu, Anindya sendiri membenarkan situasi yang dimaksud akan dihadapi para kontingen. Ia mengaku telah dilakukan memantau situasi Paris sejak beberapa bulan terakhir untuk mempersiapkan prasarana bagi para atlet. Putra dari politikus Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie itu melakukan konfirmasi keinginan para atlet selama berlaga akan segera terpenuhi.
“Kami mengamati bahwa di Paris ini dari minggu tak lama kemudian dan juga bahkan juga dua bulan berikutnya sangat berubah total. Tapi, tidak berarti kami tak mempersiapkan supply chain-nya sehingga mengenai (tidak memakai) AC tadi mesti dipikirkan plan B-nya,” ucapnya.
“Kami ingin memberikan yang dimaksud terbaik terhadap regu Nusantara ini, juga diantaranya dengan para pelatih, massure, fisioterapis, dokter, dan juga segala macam ekosistemnya. Itu mesti kami pikirkan baik-baik,” kata Anindya menambahkan.
Sebelumnya, studi dari Npj Climate and Atmospheric Science memprediksi gelombang panas (heatwave) akan melanda Pusat Kota Paris, Prancis, tempat berlangsungnya Olimpiade 2024. Studi yang dimaksud mengamati risiko gelombang panas selama dua pekan yang akan melampaui rekor suhu panas sepanjang masa. Situasi sejenis pernah berjalan pada 2003.
Dalam sebuah studi lainnya di dalam jurnal Lancet Planet Health pada Mei berikutnya menemukan bahwa Paris miliki tingkat kematian terkait suhu panas tertinggi pada antara 854 kota di dalam Eropa, sebagian disebabkan oleh kurangnya ruang hijau lalu padatnya populasi.
Artikel ini disadur dari Tim Indonesia Siapkan Strategi Khusus Atasi Cuaca Panas Saat Olimpiade Paris 2024



